Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

INDOFORWARDING | Dalam setiap transaksi yang terjadi di lingkungan perdagangan internasional, tidak selamanya semua transaksi yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Khusus untuk masalah ekspor dalam perdagangan internasional biasanya sering terjadi hambatan atau masalah-masalah yang menjadi faktor penghalang bagi setiap negara yang terlibat didalamnya.

Pada dasarnya para eksportir akan menghadapi permasalahan yang terjadi setiap kali bertransaksi, masalah tersebut di kelompokan menjadi beberapa, diantaranya :

  1. Pertama, Masalah Produksi
  2. Kedua, Masalah Pemasaran
  3. Ketiga, Masalah Penanganan Ekspor
  4. Keempat, Masalah Fasilitas
  5. Kelima, Masalah Kendala

Sebelum menentukan pilihan tentang pasar ekspor, alangkah baiknya terlebih dahulu kita lakukan penelitian mengenai situasi dan kondisi calon pembeli. Beberapa diantaranya dapat dilakukan penelitian dengan cara :

  1. Bonafiditas dari calon dan negara pembeli.
  2. Stabilitas sosial negara pembeli.
  3. Situasi cadangan devisa dan kondisi umum perekonomian negara pembeli.
  4. Kondisi dan fasilitas yang diberikan negara pembeli, seperti :
    1. Pembatasan impor.
    2. Pengaturan impor.
    3. Fasilitas impor.
    4. Kondisi pelabuhan tujuan.
    5. Sertifikasi dan dokumentasi yang diperlukan untuk pabean.
  5. Sistem pembayaran internasional yang berlaku.

Hal-hal yang perlu diteliti tersebut perlu dilakukan sebelum kita melangkah untuk menawarkan barang untuk  diekspor.

Masalah Ekspor Dari Segi Produksi

Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

Ada beberapa hal yang memerlukan perhatian khusus dalam masalah produksi, antara lain :

  1. Desain
    Desain, tipe atau model dari komoditi yang akan di ekspor harus sesuai dengan minat dan selera pembeli. Untuk mengetahui selera calon pembeli, setidaknya kita harus melakukan beberapa penelitian, seperti melihat dan mengamati berbagai model yang sedang tren di pasaran melalui media cetak dan media elektronik.
  2. Kapasitas Produksi
    Masalah kapasitas produksi perlu menjadi perhatian sebelum melakukan langkah ekspor. Kapasitas produksi harus bisa mengimbangi banyaknya pesanan atau order yang diterima.
  3. Mutu Komoditi
    Standarisasi mutu adalah hal lain yang sangat penting untuk diperhatikan, khususnya untuk hasil kerajinan tangan dan industri kecil yang menggunakan keahlian tangan. Dalam beberapa kasus, barang yang dikirim tidak sesuai dengan mutu barang yang menjadi landasan transaksi. Akibatnya timbullah masalah tuntutan ganti rugi (claim) yang berakibat buruk. Akibat buruk yang ditimbulkan yaitu :

    1. Citra perusahan menjadi buruk.
    2. Pembeli akan kecewa dan mencari penjual yang lain.
    3. Kerugian uang ganti rugi.
    4. Nama baik (reputasi) negara dan bangsa ikut tercemar.

Masalah Ekspor Dari Segi Pemasaran

Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

Kunci keberhasilan ekspor tergantung dari pemasaran. Produksi yang berlimpah tidak akan ada artinya kalau tidak ada pembeli. Tetapi menemukan pembeli juga bukan pekerjaan yang mudah. Kita akan dihadapkan pada dua hal pokok yang memerlukan jalan keluar, yaitu :

  1. Menentukan pasar atau menentukan calon pembeli.
  2. dan Menentukan saluran pemasaran (marketing channel).

Menentukan Pasar

Kita dapat menawarkan barang secara luas kemana saja. Tapi, cara seperti itu tidaklah efektif dan efisien. Cara yang lebih umum dan digunakan biasanya, yaitu :

  1. Melakukan penelitian sederhana, tentang :
    1. Permintaan potensial terhadap komoditi, dengan meneliti :
      1. Keadaan penduduk dari negara yang menjadi tujuan ekspor, seperti jumlah, tingkat pendapatan, dll.
      2. Budaya dan tradisi masyarakat.
      3. Keadaaan cuaca dan iklim di negara yang menjadi tujuan ekspor.
      4. Dan selera pembeli.
    2. Saingan potensial dari komoditi kita, dengan meneliti :
      1. Negara yang mempunyai komoditi yang sejenis.
      2. Merek dagang yang menjadi saingan produk kita di pasar.
    3. Mutu komoditi, dengan meneliti :
      1. Komoditi bermutu netral, adaptasi ataukah khusus.
      2. Metode pengepakan baru yang cocok untuk ekspor.
  2. Menentukan sistem promosi yang tepat
    Sebelum melangkah untuk melaksanakan ekspor ada baiknya ditetukan upaya promosi yang akan ditempuh, sepeti :

    1. Melalui media massa dengan perantara iklan di radio dan tv atau lewat koran dan majalah.
    2. Menyediakan benda-benda promosi seperti kalender, buku harian, gantungan kunci, dll.
  3. Menentukan kebijakan harga
    Kebijakan harga ekspor dapat ditentukan dengan salah satu dari pilihan berikut :

    1. Biaya produksi ditambah presentase keuntungan.
    2. Disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku di tempat tujuan di negara pembeli.
    3. Harga dumping.
    4. Harga subsidi dan fasilitas negara pembeli, seperti GSP (Susidized Price).

Menentukan Saluran Pemasaran

Pemasaran barang keluar negeri dapat dilakukan oleh kita sendiri, cara ini disebut pemasaran langsung. Tetapi ekspor dapat pula dilakukan melalui perantara atau jasa dari perusahaan ekspedisi dan lain sebagainya.

Ada berbagai jenis badan usaha yang bergerak dalam perdagangan ekspor, yaitu :

  1. Confirming House
  2. Export Merchant
  3. Export Agent
  4. Trading House
  5. Producer Exporter
  6. Join Marketing Board
  7. Join Venture Company
  8. Counter Trade

Untuk penjelasannyam bisa Anda lihat dalam artikel selanjutnya.

Masalah Penanganan Ekspor

Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

Tujuan akhir dari pemasaran adalah menemukan pembeli. Jika pembeli sudah ditemukan, desain sudah sesuai dengan selera, harga dan mutu sudah cocok dan disepekati, waktu pengiriman barang sudah direncanakan, kontrak sudah ditandatangani dan Letter of Credit sudah diterima. Selanjutnya kita harus mengurus beberapa hal, diantaranya :

  1. Barang-barang yang harus dipersiapkan untuk di ekspor.
  2. Pengepakan harus sesuai dengan pengepakan layak laut.
  3. Kubikasi harus sesuai dengan ukuran standar peti kemas untuk meminimalisir ongkos.
  4. Menghubungi perusahaan pelayaran untuk melakukan pembukuan muatan.
  5. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) harus dipersiapkan dengan bank devisa dan Bea Cukai untuk  memperoleh izin muat.
  6. Dokumen pengapalan harus dipersiapkan satu demi satu sesuai dengan ketentuan kontrak dan ketentuan dari Letter of Credit.

Jadi, yang dimaksud dengan masalah penanganan ekspor adalah segala urusan yang berhubungan dengan pemberangkatan yang menyangkut fisik, urusan sertifikasi dan dokumen yang diperlukan. Yang dimaksud dengan negosiasi dokumen adalah menyerahkan dokumen pengapalan kepada bank devisa, dimana Letter of Credit dibuka untuk memperoleh pembayaran dari transaksi ekspor itu.

Sistem Pembayara Yang Berlaku Dalam Perdagangan Internasional

  1. Pembayaran Tunai (Cash Payment).
    Yaitu pembeli mengirimkan uang terlebih dahulu kepada eksportir sebeleum barang dikirimkan.
  2. Pembukaan Letter Of Credit (L/C Opening).
    Yaitu pembeli menyediakan dana untuk eksportir dengan perantaraan banknya.
  3. Deffered Payment.
    Yaitu apabila eksportir memberikan keringanan kepada pembeli (importir) untuk menanggguhkan pembayaran beberapa waktu setelah barang pesanan dikirimkan.

Masalah Ekspor Dari Segi Fasilitas

Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

Daya saing suatu komoditi ditentukan oleh faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung diantaranya adalah :

  1. Mutu komoditi
  2. Harga
  3. Waktu penyerahan
  4. Intensitas promosi
  5. Saluran pemasaran
  6. Layanan purna jual

Sedangakan faktor tidak langsung misalnya fasilitas ekpsor dan subsidi dari pemerintah.

Fasilitas ekspor itu, misalnya :

  1. Kredit ekspor berbunga rendah.
  2. Subsidi dalam bentuk sertifikat ekspor.
  3. Fasilitas pengembalian bea masuk impor.
  4. Keringanan bea masuk impor ynag diberikan negara-negara maju pada komoditi ekspor dari negara berkembang.
  5. Keringanan bea masuk untuk komoditi yang diperdagangkan antar negara Asean dalam bentuk Asean PTA.
  6. Dukungan pemerintah terhadap eksportir nasional untuk memenangkan tender internasional.

Masalah Kendala Ekspor

Masalah Ekspor Dalam Perdagangan Internasional

Maksud dari kendala ekspor adalah semua hal yang menghalangi keancaran ekspor, apakah itu dari dalam negeri maupun yang sengaja diadakan oleh negara pengimpor.

Contoh kendala masalah ekspor dari dalam negeri :

  1. Birokrasi yang bertele-tele sehingga menghambat kelancaran perijinan.
  2. Pungutan liar (pungli) yang berakibat pada tingginya biaya ekonomidan melemahnya daya saing.
  3. Rendahnya disiplin nasional yang menghancurkan produktivitas, integritas dan bonafiditas eksportir dalam negeri (nasional).

Contoh kendala masalah ekspor yang sengaja diadakan oleh negara pengimpor :

  1. Tarif bea masuk yang tinggi.
  2. Tarif bea masuk impor yang khusus diberikan negara Inggris kepada negara-negara bekas dominion.
  3. Kuota sistem yang ditetapkan untuk impor hasil pertanian dan industri yang merupakan pembatasan bagi perkembangan ekspor dalam negeri.
  4. Keharusan sertifikasi dan prosedur impor yang berlebihan untuk mempersulit impor yang diberlakukan oleh negara-negara maju.

Sebelum mengajukan penawaran kepada calon pembeli di luar negeri, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu :

  1. Katalog atau brosur
  2. Daftar harga
  3. Contoh barang
  4. Dan alamat calon pembeli

PT Indoforwarding

PT INDOFORWARDING

Kompleks Duta Indah No 16 Jakarta – Indonesia
(021) 2940-5377 (021) 2940-5376 (021) 2940-5379
Fax: (021) 2940-5378
087-881-888-168
sales@indoforwarding.com

Posted in ekspor dan impor and tagged , , .

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *