Sejarah dan latar belakang Bea Cukai

Sejarah Peran Bea Cukai dalam Aktivitas Import dan Ekspor

Dalam perdagangan internasional, banyak hal yang harus dipahami. Salah satunya adalah sejarah dan latar belakang Bea Cukai sebagai bagian dari hukum perdagangan internasional. Aspek ini sangat penting dalam aktivitas import dan eksport barang antara negara. Aturan-aturan yang dibuat oleh kepabeanan dan cukai wajib ditaati untuk kelancaran proses perdagangan antar negara ini.

Dirjen Bea dan Cukai atau DJBC memiliki tugas utama berupa mengamankan kebijaksanaan pemerintah. Utamanya dalam hal lalu lintas barang masuk dan keluar daerah pabean. Tugas lainnya ialah melakukan pemungutan bea masuk dan cukai serta bentuk pungutan lainnya.

Sejarah dan Latar Belakang Bea Cukai

sejarah bea cukai dan kepabeanan indonesia

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa DJBC merupakan sebuah instansi pemerintah yang melakukan tugas kepabeanan dan cukai. Dulu, semasa pemerintahan Belanda, bea dan cukai ini disebut dengan douane.

Bahkan konsep di atas sudah dikenal sejak jaman kerajaan. Pada jaman tersebut, konsep pajak bea dan cukai sudah diterapkan. Nama lain dari jabatan ini adalah syahbandar atau bendahara yang memungut bea atas barang yang masuk ke pelabuhan.

Di Indonesia sendiri ketika kerajaan mataram masih berjaya, barang yang akan masuk ke wilayah Mataram, dipungut iuran tertentu. Sedangkan semasa pemerintahan Hindia Belanda, bea cukai berada di bawah naungan De Dienst der Invoer en Uitvoer Rechten en Accijnzen. Jabatan ini berada di bawah Departemen Keuangan.

Sedangkan pada masa pemerintahan Jepang di Indonesia terjadi pembekuan kepabeanan. Yang berlaku saat itu hanya cukai saja. Baru mulai tanggal 1 November 1945, urusan Bea masuk di bawah departemen Keuangan khusus bagian perpajakan.

Baru pada tahun 1946 dibentuk 3 jabatan, yaitu Pajak, Pajak Bumi, dan Bea dan Cukai. Jabatan tersebut setara dengan Ditjen Pajak pada saat ini.

Bea Cukai dan Kepabeanan di Dunia

kepabeanan dan bea cukai dunia

Bea cukai dan kepabeanan juga memiliki peranan penting di dunia. Terbukti pada 26 Januari dijadikan sebagai Hari Pabean Internasional. Sejarah dan latar belakang bea cukai dan kepabeanan dunia tak lepas dari lahirnya World Customs Organization (WCO).

Pada tahun 1947 ada tiga belas negara Eropa yang bergabung ke dalam Committee for European Economic Co-operation. Mereka sepakat dalam membentuk kelompok inter-European Customs Unions.

Selanjutnya, pada tahun 1948, kelompok  negara-negara Eropa ini membentuk Economic Committee dan Customs Committee. Customs Committee ini selanjutnya menjadi tonggak lahirnya Customs Coperation Council atau CCC. Inilah sejarah lahirnya bea cukai dan kepabeanan dunia yang memiliki anggota dari mayoritas negara di dunia.

Pada tahun 1994, CCC terlahir menjadi World Customs Organization atau WCO. Organisasi ini kini memiliki anggota sebanyak 179 negara. Indonesia termasuk ke dalam anggota WCO.

Tugas dan Fungsi DJBC Masa Kini

DJBC dirjen bea cukai

Terlepas dari sejarah dan latar belakang Bea Cukai, kini DJBC memiliki tugas dan fungsi yang krusial. Khususnya bagi pertumbuhan perekonomian negara Indonesia.

Tugas dan fungsi utama instansi tersebut tak lepas kaitannya dengan pengelolaan keuangan negara. Beberapa diantaranya ialah:

  • Melakukan pungutan bea masuk beserta pajak dan cukai
  • Melakukan pengawasan terhadap ekspor dan impor
  • Melakukan pengawasan terhadap peredaran akohol atau etil alcohol dalam minuman
  • Melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok serta produk olahan tembakau
  • Sebagai fasilitator dalam perdagangan yang berhak melakukan penundaan atau pembebebsan pajak dengan kondisi dan syarat tertentu.

Dengan semua tugas dan fungsi tersebut, maka bea cukai dan kepabeanan memiliki peran penting. Karena pajak merupakan sumber pemasukan yang besar bagi negara.

Posted in ekspor dan impor, Perdagangan Internasional and tagged , , , .

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *